RESKEU.ORG, Jakarta – Direktur Utama BTN, Maryono menyatakan beberapa tahun ke depan persaingan bisnis perbankan makin keras. Oleh sebab itu, skill harus ditingkatkan menyesuaikan perubahan dunia kerja.

“Ke depan masih banyak tantangan yang harus kita hadapi. Dalam 5 tahun ke depan, kita sedang dan akan melihat munculnya sebuah skills revolution, di mana orang harus menyadari pentingnya untuk menyesuaikan diri terhadap cepatnya perubahan di dunia kerja yang bukan lagi linier melainkan exponential,” kata dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (17/9/2017).

Maryono menyatakan, untuk menjawab tantangan itu dibutuhkan inovasi teknologi supaya mampu menghadapi persaingan yang semakin keras pada masa mendatang. Dia bilang, perbankan yang tidak berinovasi dalam teknologi akan ditinggalkan generasi baru yang sangat menyukai peran digital banking atau bahkan branchless banking.

“Era digital membawa perubahan besar dalam tingkah laku customers bank,” tutur Maryono.

Dia bilang, penggunaan teknologi di bidang perbankan sangat penting dalam mempercepat tercapainya financial value sebagaimana diharapkan oleh pemegang saham. “BTN harus memberikan extension services bagi nasabah dan debitur dengan mengkreasi produk perbankan yang dibutuhkan masyarakat millennium generation di masa mendatang,” ujar dia.

Sebagai informasi, semester I 2017, BTN membukukan laba bersih mencapai Rp 1,27 triliun atau meningkat 21,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun kredit dan pembiayaan naik 18,81 persen menjadi Rp 177,4 triliun dari Rp 149,31 triliun paruh pertama tahun lalu.

Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 159,12 triliun atau naik 18,26 persen dari posisi sebelumnya yakni Rp 134,55 triliun. Hingga akhir Juni 2017 perseroan mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 22,33 persen menjadi Rp 19,33 triliun dari senilai Rp 15,8 triliun.

Sumber: liputan6.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here