Perusahaan multinasional konsultasi informasi teknologi (IT) Blockchain Zoo membidik pasar Indonesia dengan menerapkan sistem blockchain dalam server. Tahap awalnya menyasar sektor jasa keuangan dan pendidikan. “Ada beberapa klien yang sudah bicara dengan kami yakni perbankan dan pendidikan,” kata Chairwoman Blockchain Zoo, Pandu W Sastrowardoyo di Jakarta, Kamis (1/2).

Perusahaan yang berbasis di Bali tersebut memiliki produk Blockchain sebagai teknologi terdesentralisasi mutakhir yang mampu menggabungkan sejumlah sistem dari beberapa pihak dan bekerja sama dalam sebuah sistem digital sehingga mereka memiliki berdaya saing.  Pandu mengatakan, target perusahaan adalah menerapkan sistem blockchain dalam server data di industri jasa keuangan dan pendidikan.

“Kami menawarkan konsultasi dan aplikasi teknologi pencatatan hingga validasi untuk berbagai industri. Sistem blockchain bisa menjadi solusi membantu proses pencatatan kegiatan bisnis secara digital,” kata dia.

Pandu mengatakan, kelebihan teknologi blockchain di antaranya dapat mengefisiensikan proses dalam transaksi keuangan, sehingga lebih efisien dan biaya lebih murah. Selain itu, tingkat kebocoran data jauh lebih rendah dibanding data center biasa seperti yang ada pada perbankan saat ini. Penerapannya berupa sistem server sendiri dari masing-masing perusahaan, yang terkoneksi dengan teknologi blockchain yang mereka sediakan.

Aplikasi blockchain bisa digunakan dalam kerja sama antar mulai dari anti-fraud, audit, and supply chain management, bahkan ATM switching “Sistem blockchain juga bisa dipakai dalam aktivitas eskpor impor, sehingga letter of credit (L/C) dalama bentuk digital,” kata Pandu.

Untuk memasyaratkan sistem blockchain, menurut Pandu, Blockchain Zoo juga melakukan sejumlah pelatihan ke berbagai perusahaan di Indonesia. “Kalau training kita sudah banyak di kota-kota besar,” kata Pandu.

Direktur Financial Technology Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Fithri Hadi mengatakan, OJK mendorong teknologi dan inovasi baru di sektor keuangan yang bisa membuat proses kerja menjadi efisien dan transparan, termasuk sistem blockchain yang saat ini baru dieksplorasi. “Pada prinsipnya, OJK mendukung inovasi yang bisa memperluas akses keuangan,” kata Hadi

HA/dbs

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here