RESKEU.ORG, Jakarta – PT. Pos Indonesia (Persero) mengalami kerugian Rp 560 juta di semester I-2017. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai belasan miliar rupiah.

Menurut Direktur Utama PT. Pos Indonesia (Persero), Gilarsi Wahyu Setijono, kerugian perseroan salah satunya disebabkan karena menjamurnya jasa pengiriman barang atau logistik.

Pos Indonesia yang juga melayani pengiriman barang tak lagi menjadi pilihan utama masyarakat, karena banyaknya pilihan lain dengan harga yang kompetitif.

“Rugi enggak terlalu signifikan, tapi sebuah indikasi kecepatan kita memperbaiki keadaan masih kalah cepat. Rugi Rp 500 juta, Rp 560 juta tapi unaudited,” kata Gilarsi di Gedung DPR RI, Jakarta, dilansir dari detik.com, Rabu (6/9/2017).

Selain itu, mulai banyaknya branchless banking atau agen layanan bank tanpa kantor di sekitar pemukiman juga menurunkan pendapatan perseroan dari jasa pengiriman uang. Masyarakat kini lebih mudah datang ke agen bank dibandingkan pergi ke kantor pos untuk mengirimkan uang.

“Di bank boleh buka branchless banking mulai efektif 2016 mulai menggerus tapi ter-buffer bisa teratasi cukup banyak. Sementara penggerusan market kita oleh Laku Pandai berlanjut, suatu daerah rural dikuasai Pos, sekarang didatangi per pintu RT RW,” ujar Gilarsi.

Untuk menekan kerugian, pihaknya akan melakukan inovasi dari segi bisnis logistik yang akan memanjakan pengguna jasanya.

“Kita harus bisa melakukan minimal sama di branding-nya kan, atau lebih baik,” ujar Gilarsi.

Sumber: detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here