RESKEU.ORG, — Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengemukakan utang Indonesia saat ini masih berada dalam level sangat sehat. Ini menjawab kekhawatiran sejumlah pihak yang menilai utang pemerintah makin membengkak.

Saat ini utang pemerintah 28 persen dari Pendapatan Domestik Bruto, artinya masih sehat; katanya seusai melantik Kepala perwakilan BI Sumbar Endy Dwi Tjahjono.

Menurutnya sejak krisis ekonomi tahun 1998, utang negara telah diatur oleh Undang-undang Keuangan Negara. Batas utang pemerintah yang diijinkan maksimal sebesar 60 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Besaran angka 60 persen tersebut mengacu pada aturan internasional yang berlaku di negara-negara Eropa.

Namun, menurutnya sejumlah negara maju justru memiliki utang di atas 100 persen dari Pendapatan Domestik Bruto mereka. Contohnya, besar hutang negara Jepang mencapai 100 persen dari PDB.

Amerika Serikat sebagai negara adidaya, saat ini juga memiliki utang negara sebesar 100 persen dari PDB, ujarnya. Oleh sebab itu, jika ada rumor di media sosial tentang utang pemerintah besar maka harus kita komparasi dengan utang negara lain.

Jika ada yang berpendapat utang pemerintah cenderung meningkat, memang benar. Sebab sejak era Soeharto sampai Jokowi terus mengalami peningkatan, tetapi untuk mengukur kesehatan ekonomi negara kita, harus memakai indikator standar yang jelas yaitu ukuran ekonomi.

Ia memberi ilustrasi jika seseorang punya gaji Rp1 juta per bulan tentu boleh berutang Rp 280 ribu karena dari sisi ilmu keuangan pasti mampu membayarnya. Tetapi jika ada orang bergaji Rp 1 juta namun memiliki utang Rp 40 juta, itu sangat tidak sehat.

Secara prinsip berutang dibolehkan namun jangan terlalu besar dan harus disesuaikan dengan kemampuan bayar. Setiap rumah tangga boleh memiliki utang, entah untuk kredit perumahan dan kendaraan, tetapi harus sesuai dengan kemampuan membayar. Demikian pula sebuah negara.

Jika masyarakat mendapatkan informasi di media sosial tentang utang negara kita terus meningkat, mari dipelajari dulu jangan langsung disebarkan saja. (AD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here