JAKARTA, RESKEU.ORG – Muliaman D Hadad, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) perbankan secara perlahan akan membaik. Tren NPL sempat meningkat sejalan perlambatan ekonomi ditambah merosotnya harga komoditas.

Menurut Muliaman, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Nelson Tampubolon saat ini dalam pantauan OJK, tidak ada lagi pemburukan pada NPL perbankan. Dengan membaiknya NPL, diharapkan pertumbuhan kredit terdongkrak dan membaik hingga akhir tahun.

OJK menargetkan pertumbuhan kredit perbankan mencapai kisaran 10 sampai 12 persen hingga akhir 2017.

Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk Glen Glenardi menyatakan, rasio NPL perseroan kini masih berada di sekitar 4 persen. Adapun kenaikan NPL diakui Glen terjadi pada kuartal I 2017 dan stagnan pada kuartal II 2017.

Saat ini penyelesaian permasalahan kredit agak tertunda karena periode libur hari raya Idul Fitri. Penyelesaian berupa pembelian aset tersebut diperkirakan selesai dalam periode tiga bulan.

Adapun NPL Bank Bukopin yang masih berada dikisaran 4 persen tersebut adalah gross. Bank Bukopin sendiri menargetkan rasio NPL berada pada angka 3,5 persen hingga akhir tahun.

Menurut Direktur Keuangan PT Bank Danamon Indonesia Tbk Vera Eve Lim, NPL perseroan saat ini dalam kondisi membaik. Di luar NPL segmen mikro (UKM dan komersial), NPL Bank Danamon berada di kisaran 2 persen dan hampir menyentuh 3 persen.

Vera menyatakan, dalam penyelesaian NPL, Bank Danamon lebih fokus kepada penguatan penagihan alias collection. Adapun cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) Bank Danamon menurut Vera juga dalam posisi membaik.

Meskipun demikian, Vera tidak menyebutkan secara pasti target NPL yang ingin dicapai Bank Danamon, ataupun besaran pencadangan. Harusnya NPL membaik, pencadangan turun.

Sumber: kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here