RESKEU.ORG, Jakarta – Sukuk atau Sukuk Ritel merupakan surat berharga negara yang diterbitkan pemerintah berdasarkan prisnsip syariah sebagai bukti atas bagian penyertaan terhadap Aset Surat Berharga Syariah Negara, yang dijual kepada individu (Ritel) atau perseorangan Warga Negara Indonesia melalui Agen Penjual, dengan volume minimum yang ditentukan.

Pemerintah mengadakan lelang Surat Berharga Syariah Negara atau Sukuk Negara pada Selasa, 6 Februari lalu. Dari hasil lelang sukuk tersebut, pemerintah memperoleh pemasukan senilai Rp 10,07 triliun dari total penawaran yang masuk sebesar Rp 20,14 triliun yang akan dipergunakan untuk pembiayaan anggaran negara.

Dari 6 seri sukuk tersebut, SPNS07082018 menjadi seri dengan nilai penawaran tertinggi. Yaitu sebesar Rp 9,53 triliun sedangkan nominal yang dimenangkannya sebesar Rp 3 triliun. Seri tersebut memiliki yield rata-rata tertimbang sebesar 4,21% dengan waktu jatuh tempo pada 7 Agustus 2018.

Berikutnya, terdapat seri PBS016 yang mendapat penawaran masuk senilai Rp 5,63 triliun dan nominal yang dimenangkan sebesar Rp 4,91 triliun. Seri tersebut memiliki yield rata-rata tertimbang sebesar 5,69% dengan waktu jatuh tempo pada 15 Maret 2020.

Seri PBS002 mendapat penawaran masuk senilai Rp 1,10 triliun dan nominal yang dimenangkan sebesar Rp 0,39 triliun. Seri tersebut memiliki yield rata-rata tertimbang sebesar 6% dengan waktu jatuh tempo pada 15 Januari 2022.

Seri PBS012 mendapat penawaran masuk senilai Rp 1,01 triliun dan nominal yang dimenangkan sebesar Rp 0,97 triliun. Seri tersebut memiliki yield rata-rata tertimbang sebesar 7,11% dengan waktu jatuh tempo pada 15 November 2031.

Seri PBS017 mendapat penawaran masuk senilai Rp 0,84 triliun dan nominal yang dimenangkan sebesar Rp 0,80 triliun. Seri tersebut memiliki yield rata-rata tertimbang sebesar 6,43% dengan waktu jatuh tempo pada 15 Oktober 2025.

Adapun seri PBS004 mendapat penawaran masuk senilai Rp 1,69 triliun namun tidak memiliki nominal yang dimenangkan. Seri yang jatuh tempo pada 15 Februari 2037 tersebut juga tidak memiliki yield rata-rata tertimbang.

Sumber: kontan.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here