JAKARTA, RESKEU.com – Kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter oleh Bank Indonesia semakin terbuka lebar. Keyakinan ini didasarkan atas data laju inflasi indeks harga konsumen (IHK) bulan Juli 2017.

Namun pengambilan keputusan pelonggaran kebijakan moneter 100% ada di tangan Bank Indonesia.

Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, pelonggaran kebijakan moneter sangat tergantung kepada nyali Bank Indonesia (BI). “Bagaimana hasil akhirnya? Itu sangat tergantung BI nyalinya kaya apa,” ujar Darmin di Jakarta.

Menurutnya keputusan pelonggaran kebijakan moneter pasti akan menuai pro dan kontra. Apalagi Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve, mengindikasikan rencana akan menaikkan suku suku bunga acuan negeri Paman Sam tersebut.

The Fed menyatakan prospek pertumbuhan ekonomi AS cenderung membaik, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2,2 persen pada tahun 2017. Dan inflasi AS diperkirakan mengarah sesuai target The Fed, begitu pula dengan serapan ketenagakerjaan AS.

Menurut Darmin, tingkat inflasi Indonesia masih terkendali di kisaran angka 2,35 persen pada semester pertama 2017. Bila inflasi terkendali, maka ada ruang bagi BI untuk melonggarkan kebijakan moneter.

Pemerintah berharap keputusan pelonggaran moneter akan menurunkan tingkat suku bunga acuan BI.

Sumber : kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here