JAKARTA-RESKEU.ORG, Kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung flat hanya di kisaran 5 persen. Target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen tahun ini sulit dicapai tanpa ada terobosan kebijakan kreatif dari pemerintah untuk menstimulasi daya beli masyarakat.

Memang jika dibanding dengan tingkat pertumbuhan ekonomi negara-negara G20, tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terbilang tinggi walaupun dibawah Cina dan India.

Pertumbuhan ekonomi lebih tinggi sangat dibutuhkan Indonesia mengingat bonus demografi usia muda dan produktif yang membutuhkan lapangan kerja sekitar 1,5 sampai 2 juta.

Dengan asumsi setiap 1 persen tingkat pertumbuhan ekonomi akan menyerap sekitar 250.000 tenaga kerja, maka akan banyak angkatan kerja yang tidak mendapat pekerjaan. Ini akan menimbulkan masalah sosial.

Oleh sebab itu, pemerintah harus terus mendorong pertumbuhan ekonomi agar dunia usaha bergerak dan aktif menyerap tenaga kerja terutama di bidang formal.

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dibutuhkan investasi dengan kapitalisasi besar. Namun mengingat terbatasnya kapasitas tabungan domestik untuk membiayai investasi maka sangat dibutuhkan investasi global.

Keterbatasan investasi domestik bersumber tabungan domestik tecermin dari rasio total kredit perbankan terhadap PDB Indonesia yang hanya di kisaran 30-35 persen. Padahal, di negara tetangga sudah lebih dari 50 persen. Bahkan, China lebih dari 100 persen terhadap PDB.

Mau tak mau pemerintah harus segera menarik investasi global ke negeri katulistiwa ini.

ADM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here