JAKARTA, RESKEU.ORG – Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) mengalami tren penguatan lanjutan. Sentimen positif dari dalam dan luar negeri cukup ampuh mendorong laju harga.

Dilansir dari Bloomberg, kontrak pengiriman CPO bulan November 2017 di Malaysia Derivative Exchange tercatat naik 0,37% ke level RM 2.691. Jika dibanding pekan lalu telah terjadi penguatan sebesar 0,6%.

Menurut Deddy Yusuf Siregar, Analis PT. Asia Tradepoint Futures sentimen positif dalam negeri berperan besar. Estimasi kenaikan ekspor CPO sepanjang tahun 2017 yang mencapai kisaran 4,3%.

Tahun 2016 ekspor minyak sawit sekitar 26,57 juta ton, maka tahun 2017 diperkirakan meningkat menjadi 27,72 juta ton.

Kesepakatan dagang Indonesia dan Rusia direspon positif pasar. Dengan kesepakatan tersebut, ekspor minyak sawit Indonesia ke Rusia dipastikan meningkat 8% menjadi 701.000 ton.

Putu Agus Pransuamitra, Analis PT Monex Investindo Futures lebih condong menilai peningkatan harga CPO dipengaruhi oleh sentimen positif eksternal.

Menurutnya penguatan harga CPO ditopang oleh ekspektasi kenaikan permintaan menjelang festival Diwali di India yang berlangsung pada Oktober nanti.

Meski belum terbukti namun pelaku pasar tetap berekspektasi positif bahwa festival Diwali akan mendongkrak harga CPO.

Festival Diwali atau festival cahaya di India tersebut akan meningkatkan permintaan minyak sawit seiring dengan tambahnya lampu-lampu untuk menerangi kota.

Jika prediksi pasar itu sesuai kenyataan maka CPO berpotensi melanjutkan penguatan harga hingga akhir kuartal III.

Sumber: kontan.co.id

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here