RESKEU.ORG, Jakarta – Sri Mulyani Indrawati (Menkeu RI) dicecar pertanyaan tentang utang negara di rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI membahas evaluasi pengelolaan utang pemerintah.

Sri Mulyani menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang kekuatiran membengkaknya utang Indonesia.

Dia menjelaskan, dibanding negara-negara lain di dunia. Indonesia termasuk negara dengan portfolio utang rendah. Jika dibanding Turki, China, Afrika Selatan, Argentina.

Meksiko adalah negara yang memiliki eksposur utang di atas 50%. India yang pertumbuhan ekonominya tinggi tapi eksposur utangnya di atas 70%. Sementara, Brazil defisitnya besar pertumbuhan ekonominya kecil. Amerika dan Inggris eksposur utangnya hampir 100%. Indonesia masih jauh di bawah negara-negara itu.

Sri Mulyani menjelaskan, meskipun pendapatan perkapita Indonesia lebih rendah dibandingkan negara lain namun stok utang Indonesia lebih kecil.

Utang Indonesia total sekitar Rp 3.700 triliun. Per 2016 pendapatan perkapita Indonesia tercatat US$ 3.605 dengan eksposur utang sekitar 28%.

Jepang income perkapita nya US$ 40.000 tapi eksposur utangnya hampir Us$ 90.000, kemudian AS income per kapitanya US$ 57.000 dengan eksposur utang US$ 61.000 kita paling kecil.

Menurut catatan Kemenkeu utang pemerintah Rp 3.706,52 triliun pada akhir Juni 2017, atau meningkat Rp 34,9 triliun dari bulan sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB) dalam APBN Perubahan 2017 sebesar 3.717 triliun, rasio utang pemerintah hingga Juni 2017 sebesar 27,02% dari PDB.

Sumber: detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here