Panitia penyelenggara turnamen Piala Presiden 2018 berjanji akan menyampaikan laporan keuangan secara transparan sepanjang berlangsungnya fase grup demi terwujudnya tata kelola yang baik. Pada turnamen edisi ketiga ada beberapa hal baru yang ditetapkan penyelenggara. Salah satunya adalah transparansi jumlah penjualan tiket, berapa banyak jumlah pedagang asongan dan kaki lima di setiap laga berlangsung.

Maruarar Sirait selaku ketua steering committee (SC) menegaskan akan menjabarkan semua data tersebut selepas drawing babak 8 besar di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (31/1). “Saya minta kepada Ketua dan teman-teman organizing committee untuk merekap semua data keseluruhan terkait total penonton, pendapatan tiket, rekap jumlah pedagang asongan dan kaki lima sepanjang fase grup Piala Presiden 2018 berlangsung,” kata Maruarar. Selain itu, Maruarar juga akan meminta laporan pembayaran pertandingan yang dijanjikan kepada seluruh kontestan maupun tuan rumah Piala Presiden 2018.

“Saya akan tanyakan bagaimana kewajiban (panitia) keuangan. Selain itu juga terkait jadwal di babak 8 besar dan juga bagaimana persiapan yang sudah dilakukan,” papar Maruarar, yang untuk ketiga kalinya dipercaya sebagai Ketua SC Piala Presiden.

Gelaran Piala Presiden tahun telah menyita perhatian masyarakat. Laga Persebaya Surabaya kontra Madura United menjadi pertandingan dengan jumlah penonton terbanyak, yakni mencapai angka 50 ribu. Babak 8 besar Piala Presiden sendiri akan berlangsung di Stadion Manahan, Solo, pada 3-4 Februari mendatang. Sebanyak delapan tim yang sudah dipastikan lolos adalah Srwijaya FC, PSMS Medan, Mitra Kukar, Persebaya Surabaya, Madura United, Bali United, dan Persija Jakarta.

Sebanyak empat tim yang lolos ke fase semifinal nantinya akan tampil dalam format tandang kandang pada 10-13 Februari. Sementara laga pamungkas, rencananya akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, 17 Februari.

HA/dbs

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here