JAKARTA, RESKEU.ORG – Luhut Binsar Panjaitan menyatakan tidak ada masalah jika PT Freeport Indonesia ingin memperpajang kontrak hingga 2041. Asal Freeport mau melakukan divestasi 51 persen saham kepada Pemerintah Indonesia.

Dilansir dari Kontan dan Antara, Luhut menyatakan bahwa perusahaan asal Amerika Serikat tersebut telah bersedia melakukan divestasi. Freeport bersedia pula membangun fasilitas pemurnian dan pengolahan mineral (smelter) sebagaimana disyaratkan pemerintah Indonesia.

Dalam pernyataannya Luhut menjelaskan bahwa perpanjangan izin operasi pertambangan di Indonesia hanya bisa bertahap setiap 10 tahun, bukan 20 tahun, seperti keinginan PT. Freeport Indonesia. Kontrak pertambangan Freeport akan berakhir pada tahun 2021. Namun, kepastian perpanjangan kontrak dibutuhkan secepatnya demi kelancaran rencana pengembangan tambang bawah tanah.

Valuasi saham yang didivestasikan akan dihitung berdasarkan harga pasar tanpa memasukkan perhitungan dari cadangan yang ada.

Sumber : Kontan, Antara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here