RESKEU.ORG, Jakarta – Boediono, mantan Wakil Presiden RI ke-13 menilai bahwa pemerintah seharusnya memetik pelajaran dari kebijakan yang diambil oleh pemerintahan Orde Baru dan jangan malu atau antipati. Sebab tidak semua kebijakan Pemerintah Orde Baru itu buruk.

Boediono mengatakan, pada masa Orde Baru kinerja ekonomi dan sosial Indonesia sangatlah baik. Misalnya, pertumbuhan ekonomi selama 30 tahun di kisaran 7%, angka kemiskinan hanya sekitar 2% dan indikator sosial seperti pendidikan serta kesehatan juga menunjukkan perbaikan. Oleh sebab itu, mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini memandang ada banyak hal yang bisa dipelajari dari kebijakan di masa Orde Baru.

“Dan ini kembali kepada pentingnya kita belajar dari sejarah. Yang banyak kita alami mana yang plus dan minus. Bahkan kita perlu belajar sejarah, pengalaman dari negara lain yang kita anggap sukses. Bagaimana yang plus yang bisa kita adaptasi,” katanya dalam acara peluncuran Buku Laporan Perekonomian Indonesia 2017 di Gedung BI, Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Menurutnya, sangat penting pemerintah menelaah hal positif dari kebijakan Orba yang bisa dipelajari. Meskipun, hal tersebut tidak berarti Indonesia harus kembali lagi ke masa Orde Baru tersebut.

“Tidak perlu kita kembali ke Orde Baru, karena situasi sekarang sangat berbeda. Tetapi kita masih perlu menanyakan hal apa yang positif yang bisa kita jadikan pelajaran untuk kita terapkan di masa sekarang. Suasana administratif yang berbeda, global juga yang berbeda,” tambahnya.

Boediono menilai, ada hal fundamental dalam kebijakan ekonomi di masa Orde Baru yang cukup efektif. Kala itu, kebijakan menjadi sangat efektif karena ada kontinuitas dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. “Ada fokus yang jelas, ada kohrensi dari policy yang menghasilkan outcome yang baik. Ada kontinuitas,” tuturnya.

Menurut Boediono, yang perlu dilakukan pemerintah saat ini adalah kontinuitas, fokus serta koheren dalam menjalankan kebijakan. Karena sejatinya, kebijakan yang disusun oleh otoritas fiskal dan moneter saat ini sudah sangat baik.

“Semua yang disampaikan pak Gubernur BI dan pak Suahasil (Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu) itu sangat baik, tapi bagaimana itu kita lakukan secara efektif dan kontinuitas. Kalau kita coba memasukkan ini secara sadar, kita akan masuk dalam proses yang barangkali akan membawa kita ke kebijakan yang rasional, dan mencapai apa yang kita inginkan,” tambahnya.

Sumber: sindonews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here