RESKEU.ORG, Jakarta – Bank Indonesia (BI) selalu siap melakukan intervensi untuk menstabilkan rupiah, meski hal itu membuat cadangan devisa RI semakin tergerus. Tercatat rupiah terdepresiasi terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hingga 1,5% (year-to-date).

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Doddy Zulverdi mengungkapkan, pihaknya akan terus menyiapkan besaran cadangan devisa yang tercatat saat ini mencapai USD128,06 miliar untuk intervensi pelemahan rupiah.

“Berapa yang disediakan, kita sebanyak mungkin untuk intervensi rupiah. Sebanyak cadangan devisa itu. Jadi cadangan devisa memang dibutuhkan untuk itu (intervensi rupiah),” ujarnya di Gedung BI, Jakarta.

Intervensi yang dilakukan BI untuk menjaga nilai tukar rupiah, kata dia, tercermin dari total cadangan devisa yang menurun USD3,92 miliar menjadi USD128,06 miliar di Februari 2018. “Seperti asuransi saja. Kita akan mengisi kembali cadangan devisa ketika sudah tak intervensi lagi,” tambahnya.

Menurutnya, penurunan cadangan devisa di bulan Februari 2018 terjadi karena banyak terpakai untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah. Selain itu, penurunan cadangan devisa juga dipengaruhi menurunnya penempatan valas perbankan di BI. “Ini adalah komitmen BI untuk menjaga nilai tukar rupiah kita. Sebanyak mungkin yang dibutuhkan untuk intervensi rupiah,” jelasnya.

Sebelumnya, cadangan devisa tercatat mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah selama dua bulan berturut-turut, yaitu Desember 2017 dan Januari 2018. Adapun pada akhir Januari 2018, cadangan devisa berada di angka USD131,98 miliar.

Sumber: sindonews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here