JAKARTA-RESKEU.ORG. Pemerintah Indonesia akan memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia di semester II tahun 2017 dengan memperbesar belanja fiskal pemerintah.

Dilansir dari kontan.co.id, menurut ekonom Bank Danamon, Dian Ayu Yustina, hal tersebut pasti akan terjadi di semester II tahun ini. “Permintaan domestik sebagai penggerak utama ekonomi terlihat belum mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara signifikan. Oleh sebab itu, pemerintah harus menambah belanja fiskal.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal II
Konsumsi dan investasi tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi suatu negara. Akan tetapi, menurut Dian, dengan adanya peningkatan belanja fiskal pemerintah maka menciptakan persepsi positif pelaku ekonomi. Dan mendorong mereka untuk lebih bersemangat meningkatkan aktivitas usahanya.

“Jika belanja meningkat, konsumsi dan investasi pasti meningkat pula,” tambah Dian.
Namun menurut Mohammad Faisal, ekonom CORE (Center of Reform on Economics), pertumbuhan fiskal sendiri tidak akan mampu menopang pertumbuhan ekonomi. Sebab tingkat konsumsi rumah tangga yang rendah akan menjadi faktor penghambat pertumbuhan ekonomi.

“Idealnya memang belanja pemerintah naik di semester II tahun 2017 karena peningkatan penerimaan pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Tetapi jika didominasi oleh belanja infrastruktur saja, tidak akan berdampak signifikan terhadap peningkatan konsumsi,” tambahnya.

Sangat berbeda jika pemerintah menambah subsidi dan di saat bersamaan menahan kebijakan yang mendorong inflasi administered prices (inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya diatur pemerintah).

“Salah satu contoh jangan terlalu gegabah dan agresif mengejar penerimaan dengan ekstensifikasi pajak dan non pajak, termasuk kebijakan mengakses rekening nasabah bank, penurunan Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP) dan yang lainnya,” ujar Faisal.
Pemerintah juga perlu memperbaiki integritas para petugas pajak untuk memberikan rasa aman pada masyarakat.

Kemudian, di sisi moneter, Bank Indonesia (BI) harus membuat terobosan baru untuk memecahkan kebuntuan penyaluran kredit di sektor riil agar usaha-usaha kecil menengah tumbuh dan pendapatannya meningkat. (IR)

Sumber: kontan.co.id

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here