RESKEU.ORG, Jakarta – Sesuai Peraturan Bank Indonesia (PBI) No 14/22/PBI/2012 tentang pemberian kredit bank umum dalam rangka pengembangan UMKM. Dalam beleid ini disebut pada akhir 2018, rasio kredit UMKM minimal harus 20% terhadap total kredit. Pemberian kredit UMKM ini bisa dilakukan secara langsung atau tidak langsung dengan executing, channeling dan sindikasi.

Mulai awal 2018 ini, bank harus memenuhi rasio kredit UMKM minimal 20% dari total kredit. Bank Indonesia (BI) mencatat bank kecil dengan modal inti di bawah Rp 5 triliun banyak yang belum memenuhi rasio kredit UMKM.

Untuk mendorong bank kecil agar bisa memenuhi aturan ini, BI mendorong bank melakukan penyaluran kredit UMKM tidak langsung melalui linkage dengan BPR dan lembaga keuangan mikro.

Selain itu regulator juga akan memfasilitas bank dengan industri potensial. Hal ini dilakukan misalnya dengan Bekraf dengan memfasilitas pelaku usaha industri kreatif.

BI juga bekerja sama dengan Bapepti dan Kementerian Pertanian mendorong pembiayaan ke sektor pertanian.

Sumber: kontan.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here