RESKEU.ORG, Jakarta – Kepemilikan bank di Surat Berharga Negara (SBN) makin tinggi jelang akhir tahun ini. Bankir memperkirakan, tren ini masih berlanjut sampai tahun 2018 mendatang.

Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur PT Bank OCBC NISP Tbk bilang, sampai akhir tahun kemungkinan masih ada kenaikan penempatan dana di surat berharga

“Penempatan di surat berharga juga memperhatikan hasil imbal balik dari investasi,” kata Parwati kepada Kontan.co.id, Senin (6/11).

Selain itu, bank juga akan melihat faktor seperti rencana kenaikan bunga bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve. Faktor ini akan berpengaruh terhadap imbal hasil berbagai instrumen investasi, termasuk surat berharga.

Sampai akhir September, penempatan dana OCBC NISP di surat berharga mencapai Rp 26,2 triliun atau naik 11,25%. Tapi, menurut Parwati, pertumbuhan ini sudah tidak sekencang sebelumnya karena sebagian sudah mulai disalurkan ke kredit.

Sedangkan tahun 2018, dia perkirakan bank masih suka menyimpan likuiditas di surat berharga karena berhati-hati menyalurkan kredit.

Sekadar informasi, sampai 3 November lalu, kepemilikan perbankan di Surat Berharga Negara (SBN) baik konvensional maupun sukuk mencapai Rp 623,2 triliun. Porsinya 29,75%, tertinggi di sepanjang tahun berjalan ini.

Sumber: kontan.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here